Pasar mobil listrik Indonesia tengah mencatat momentum yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam empat bulan pertama 2025, whole sales kendaraan listrik tipe baterai naik 211 persen — angka yang mencerminkan akselerasi luar biasa. Di saat yang sama, teknologi baru seperti REEV mulai mencuri perhatian, model-model segar seperti Chery Q dan Leapmotor E4 resmi meluncur, dan Ferrari menggebrak dunia dengan mengumumkan Luce — mobil listrik pertamanya yang dihargai lebih dari 500.000 euro. Ada banyak yang perlu kamu tahu hari ini.
- REEV (Range Extender Electric Vehicle) menggunakan mesin bensin kecil semata sebagai generator pengisi baterai, bukan penggerak roda langsung
- Chery Q adalah model terbaru Chery yang masuk segmen pasar Indonesia dengan fitur-fitur unggulan
- Leapmotor E4 resmi diluncurkan sebagai SUV listrik terbaru di pasar
- Ferrari Luce adalah mobil listrik pertama Ferrari dengan harga di atas 500.000 euro — salah satu EV termahal yang pernah diumumkan
- Indonesia merupakan salah satu pasar EV dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara
Sebelum bicara model, mari kita luruskan dulu terminologi yang sering bikin bingung: apa bedanya REEV, Hybrid, dan PHEV? Hybrid konvensional menggunakan mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan — keduanya bisa menggerakkan roda. PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) satu tingkat lebih canggih: kamu bisa mengisi baterai dari luar, dan mobil bisa berjalan dalam mode full-electric untuk jarak terbatas sebelum mesin bensin menyala. REEV adalah evolusi berikutnya — ini sejatinya mobil listrik murni, tapi dilengkapi mesin bensin kecil yang hanya bertugas sebagai generator cadangan. Mesin itu tidak pernah menyentuh roda. Konsep ini makin relevan di Indonesia, di mana infrastruktur pengisian publik belum merata namun bensin masih mudah ditemukan. REEV menjembatani gap antara EV murni dan kebijakan EV Indonesia yang masih mencari bentuk idealnya.
Chery Q hadir sebagai jawaban untuk segmen menengah yang ingin masuk ke dunia EV tanpa merogoh kocek terlalu dalam. Model ini menawarkan fitur-fitur unggulan yang kompetitif: sistem infotainment layar lebar, fitur keselamatan aktif, dan desain interior yang jauh dari kesan “mobil China murah” yang dulu melekat. Chery memanfaatkan momentum Indonesia sebagai pasar EV dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara — mereka tahu bahwa konsumen lokal kini lebih melek teknologi dan lebih selektif soal value for money. Chery Q bersaing langsung dengan nama-nama seperti BYD Atto 3 dan BYD M6 Dual Mode yang sudah lebih dulu membangun basis pengguna di Indonesia.
Leapmotor E4, di sisi lain, membawa cerita berbeda. Merek asal China ini bermitra dengan Stellantis — konglomerasi otomotif global yang menaungi Jeep, Peugeot, dan Fiat. Peluncuran E4 di Indonesia menandai ambisi Leapmotor untuk masuk ke segmen SUV listrik mid-size dengan dukungan jaringan distribusi yang lebih luas. E4 menawarkan jangkauan baterai yang cukup untuk mobilitas perkotaan sehari-hari, plus fitur semi-otonom yang mulai menjadi standar di kelasnya. Harga dan spesifikasi detailnya masih terus digodok untuk disesuaikan dengan daya beli lokal, tapi satu hal yang jelas: persaingan di segmen SUV listrik kini bukan lagi soal satu atau dua pemain, melainkan sebuah pasar yang mulai matang.
Lalu ada Ferrari Luce — sebuah plot twist yang tidak ada di skenario manapun lima tahun lalu. Merek yang identik dengan deru mesin V12 dan exhaust note yang legendaris kini mengumumkan mobil listrik pertamanya, dengan harga lebih dari 500.000 euro. Ferrari akan meluncurkan Luce secara resmi di Roma pada 25 Mei 2025, dan sumber-sumber internal mendeskripsikannya sebagai “mobil besar yang distinctive” — bukan sekadar adaptasi model lama. Ini adalah pernyataan keras bahwa era elektrifikasi sudah sampai bahkan ke altar paling sakral dunia otomotif. Ketika Ferrari — simbol ultimate performance berbasis pembakaran internal — beralih ke listrik, itu bukan lagi soal tren. Itu adalah pengakuan bahwa masa depan sudah tiba.
Momentum ini bukan kebetulan. Dari kelas menengah seperti Chery dan Leapmotor hingga ultra-luxury seperti Ferrari, ekosistem mobil listrik Indonesia dan global tengah bergerak serentak. Data GAIKINDO yang menunjukkan kenaikan penjualan 211 persen dalam empat bulan pertama 2025 bukan hanya angka — ini adalah bukti bahwa konsumen Indonesia sudah mulai melihat EV bukan sebagai eksperimen, tapi sebagai pilihan rasional. Era mobil listrik bukan lagi soal “apakah”, melainkan “seberapa cepat”. Dan jika kamu ingin tetap di jalur yang benar, terus ikuti perkembangan terbaru di lanskap EV Indonesia yang terus berevolusi.
Frequently Asked Questions
REEV menggunakan mesin bensin hanya sebagai generator untuk mengisi baterai, tidak pernah menggerakkan roda. PHEV menggunakan mesin bensin dan motor listrik yang keduanya bisa menggerakkan roda secara langsung.
Apakah Chery Q sudah tersedia di Indonesia?
Chery Q sudah resmi diluncurkan di pasar Indonesia dan tersedia melalui jaringan dealer resmi Chery.
Berapa harga Ferrari Luce?
Ferrari Luce diumumkan dengan harga lebih dari 500.000 euro, menjadikannya salah satu mobil listrik termahal yang pernah diumumkan oleh merek otomotif prestisius.
Apakah infrastruktur pengisian mobil listrik di Indonesia sudah memadai?
Infrastruktur pengisian publik masih dalam tahap pengembangan. Namun, teknologi seperti REEV hadir sebagai solusi jembatan untuk konsumen yang khawatir soal ketersediaan stasiun pengisian.
Punya Ide Artikel?
Bantu kami menyoroti isu lingkungan yang penting bagi Anda. Kirimkan riset, berita, atau topik yang ingin Anda lihat di HidupHijau.










