Sesuatu yang berbeda sedang terjadi di kampus-kampus dan ruang rapat korporasi Indonesia. Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, empat institusi — dari laboratorium universitas hingga BUMN infrastruktur — meluncurkan inisiatif keberlanjutan yang konkret dan beragam. Untirta membahas masa depan material cerdas, Universitas Riau memperkuat jaringan strategis, Jasa Marga meraih pengakuan ESG, dan UNIDA mengangkat literasi keberlanjutan lewat bedah buku. Ini bukan lagi wacana. Ini gerakan plural yang sedang bergerak maju.
- UPA Laboratorium Terpadu dan SRE 2026 Untirta menggelar Smart Green Talk bertema “Smart Material for Sustainable Future”, fokus pada daur ulang limbah hingga teknologi baterai lithium
- MUED 2026 Universitas Riau memperkuat kolaborasi berkelanjutan dengan mitra strategis regional dan nasional
- Jasa Marga meraih tiga penghargaan TOP CSR Awards 2026 untuk implementasi CSR dan ESG di sektor infrastruktur publik
- FEB UNIDA menyelenggarakan bedah buku “Strategic Sustainability: Aligning CSR Finance and Reputation in Modern Enterprise” pada 7 April 2026
- Semua kegiatan berlangsung dalam periode 2026, menandai momentum kolektif gerakan keberlanjutan lintas institusi
Smart Green Talk yang diselenggarakan oleh UPA Laboratorium Terpadu bersama SRE 2026 Untirta membawa topik yang tidak biasa: Smart Material for Sustainable Future. Berbeda dari diskusi umum tentang daur ulang, acara ini menggali bagaimana material cerdas — dari limbah yang diolah kembali hingga teknologi baterai lithium — dapat membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara unit laboratorium dan komunitas mahasiswa seperti ini menunjukkan bahwa riset keberlanjutan kini tidak hanya berkutat di jurnal akademik, tetapi mulai dibawa ke ruang publik kampus sebagai wacana yang hidup. Ketika laboratorium membuka pintu untuk dialog mahasiswa, literasi hijau tidak lagi eksklusif — ia menjadi milik bersama. Momentum ini selaras dengan gerakan kampus lain yang juga mulai mengeksplorasi material dan sistem pangan berkelanjutan.
Di Sumatra, Universitas Riau mengambil pendekatan berbeda lewat MUED 2026 — sebuah forum yang memperkuat kolaborasi antara Unri dan mitra strategisnya. MUED bukan sekadar pertemuan seremonial; ia menjadi ruang di mana universitas, pemerintah daerah, dan pelaku industri bisa memetakan peluang keberlanjutan bersama. Dalam konteks wilayah yang kaya sumber daya alam seperti Riau, kolaborasi semacam ini penting untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi tidak meninggalkan jejak ekologis yang merusak. Forum ini menjadi bukti bahwa universitas regional kini tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan, tetapi juga produsen strategi keberlanjutan yang relevan dengan konteks lokal mereka.
Sementara kampus bergerak di ranah edukasi dan riset, Jasa Marga membuktikan bahwa korporasi infrastruktur pun bisa menjadi pemain serius di arena keberlanjutan. Perusahaan ini meraih tiga penghargaan di TOP CSR Awards 2026, sebuah pengakuan atas implementasi CSR dan ESG yang terukur dan konsisten. Penghargaan ini tidak main-main — ia menilai bagaimana perusahaan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis utama, bukan sekadar program sampingan. Bagi perusahaan yang mengelola ribuan kilometer jalan tol, komitmen ESG berarti memikirkan bagaimana infrastruktur bisa lebih hijau: dari penggunaan energi terbarukan hingga pengelolaan limbah konstruksi. Ini juga sejalan dengan dorongan regulasi ESG yang kini makin ketat di Indonesia.
Di ranah literasi akademik, FEB UNIDA mengambil jalur yang lebih kontemplatif: bedah buku. Pada 7 April 2026, fakultas ini menyelenggarakan diskusi daring tentang “Strategic Sustainability: Aligning CSR Finance and Reputation in Modern Enterprise”. Dekan FEB UNIDA, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama dalam praktik bisnis modern. Diskusi ini menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi untuk membedah tiga pilar: strategi bisnis berkelanjutan, mental entrepreneur, dan corporate citizenship. Bedah buku semacam ini penting karena ia membangun fondasi intelektual bagi mahasiswa ekonomi dan bisnis — generasi yang akan membawa prinsip keberlanjutan ke dalam keputusan bisnis nyata di masa depan.
Apa yang kita lihat dari keempat kegiatan ini adalah pola yang lebih besar: keberlanjutan kini bukan lagi domain satu sektor atau satu disiplin. Ia muncul secara simultan di laboratorium kimia, forum strategis universitas, ruang rapat BUMN, dan diskusi buku akademik. Gerakan ini tidak homogen — ia datang dari banyak titik sekaligus, dengan bahasa dan pendekatan yang berbeda, namun mengarah pada tujuan yang sama: membangun ekosistem yang lebih bertanggung jawab. Bagi pembaca — mahasiswa, dosen, profesional, atau pengambil kebijakan — ini adalah undangan untuk tidak hanya memantau, tetapi juga ikut terlibat. Tanyakan pada kampus Anda: kegiatan apa yang sudah berjalan? Pada perusahaan Anda: bagaimana ESG dijalankan secara operasional? Gerakan ini nyata, dan ia membutuhkan partisipasi lebih banyak orang.
Frequently Asked Questions
Smart Material adalah material yang dirancang untuk merespons perubahan lingkungan atau memiliki sifat khusus yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan, seperti material daur ulang canggih atau baterai lithium dengan siklus hidup lebih panjang.
Apa bedanya CSR dan ESG?
CSR (Corporate Social Responsibility) fokus pada program sosial dan lingkungan perusahaan, sementara ESG (Environmental, Social, Governance) adalah kerangka terukur yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi bisnis utama dan pelaporan keuangan.
Bagaimana universitas regional bisa berkontribusi pada keberlanjutan?
Universitas regional memiliki pemahaman mendalam tentang konteks lokal — dari sumber daya alam hingga tantangan sosial — sehingga bisa merancang solusi keberlanjutan yang relevan dan aplikatif untuk wilayahnya, seperti kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri lokal.
Apakah kegiatan akademik seperti bedah buku benar-benar berdampak?
Ya, bedah buku membangun fondasi literasi dan pemikiran kritis mahasiswa tentang keberlanjutan. Pemahaman konseptual ini penting agar mereka bisa membawa prinsip keberlanjutan ke dalam keputusan bisnis atau kebijakan nyata setelah lulus.
Punya Ide Artikel?
Bantu kami menyoroti isu lingkungan yang penting bagi Anda. Kirimkan riset, berita, atau topik yang ingin Anda lihat di HidupHijau.










