Telkom Indonesia Terbitkan Sustainability Report 2025, ESG Jadi Inti Strategi

Ketika sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar milik negara menerbitkan laporan keberlanjutan, itu bukan sekadar formalitas tahunan. Itu adalah pernyataan arah. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menerbitkan Sustainability Report (SR) 2025 — sebuah dokumen yang menempatkan kerangka ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) bukan di pinggiran strategi bisnis, melainkan tepat di pusatnya. Di tengah meningkatnya tekanan global terhadap perusahaan untuk membuktikan komitmen keberlanjutan mereka secara terukur dan transparan, langkah TelkomGroup ini datang di momen yang tepat.

Kompas Lestari melaporkan pada 18 Juni 2026 bahwa penerbitan SR 2025 ini secara eksplisit dirancang untuk memperkuat integrasi ESG dalam transformasi bisnis TelkomGroup secara menyeluruh. Ini bukan laporan yang berdiri sendiri — ini adalah cermin dari pergeseran cara Telkom mendefinisikan ulang apa artinya menjadi perusahaan infrastruktur digital yang bertanggung jawab di abad ke-21.

“Sustainability Report 2025. SEC Report*. Form 6K …”
— Telkom Indonesia, Halaman Laporan Resmi (telkom.co.id)

Dari sisi pilar lingkungan, SR 2025 menyoroti upaya Telkom dalam efisiensi energi dan pengurangan jejak karbon dari operasional infrastruktur digitalnya — termasuk ekosistem data center yang konsumsi energinya terus tumbuh seiring ekspansi layanan cloud dan digital. Perusahaan juga menegaskan arah dekarbonisasi jangka panjangnya melalui roadmap dan transition pathway menuju Net Zero Emissions 2060, sebuah peta jalan yang memberikan kejelasan bagi pemangku kepentingan tentang di mana Telkom berdiri dan ke mana mereka akan melangkah. Di sektor yang infrastrukturnya — dari menara BTS hingga pusat data — mengonsumsi listrik dalam skala masif, komitmen semacam ini punya implikasi finansial yang nyata, bukan hanya simbolis.

Pilar sosial dalam laporan ini mencakup program pemberdayaan komunitas dan pendekatan ketenagakerjaan yang inklusif — dua area yang semakin dilihat investor ESG sebagai indikator ketahanan bisnis jangka panjang, bukan sekadar program filantropi. Sementara pilar tata kelola menekankan transparansi dan penguatan struktur GCG (Good Corporate Governance), yang tercermin dari keberadaan laman khusus ASEAN Corporate Governance Scorecard 2025 di situs resmi Telkom. Ketiga pilar ini tidak berjalan terpisah — dalam SR 2025, ketiganya dikonstruksi sebagai satu kesatuan yang saling memperkuat dalam narasi transformasi bisnis TelkomGroup.

Konteks regulasi juga tidak bisa dilepaskan dari momentum penerbitan laporan ini. OJK terus mendorong peningkatan keterbukaan informasi keberlanjutan dari emiten publik, dan sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Telkom berada di garis terdepan kewajiban tersebut. OJK sendiri tengah mendorong ekosistem karbon Indonesia berkembang dengan potensi nilai mencapai Rp1.600 triliun — sebuah lanskap di mana laporan ESG yang kredibel menjadi mata uang kepercayaan yang sesungguhnya. Sebagai BUMN dengan jangkauan infrastruktur digital terluas di Indonesia, Telkom memiliki daya ungkit yang jauh melampaui sektor telekomunikasi itu sendiri: setiap keputusan energi dan tata kelola yang diambilnya berpotensi menjadi preseden bagi puluhan BUMN lain.

Yang membuat SR 2025 ini relevan bukan hanya bagi investor institusional atau analis ESG, tapi juga bagi masyarakat luas, adalah fakta bahwa infrastruktur Telkom menyentuh hampir setiap aspek kehidupan digital Indonesia. Dari internet rumah tangga hingga layanan cloud pemerintah, jejak energi dan tata kelola Telkom adalah urusan publik. Laporan ini telah kami ulas lebih lanjut dalam konteks strategis yang lebih luas. Dokumen resmi SR 2025 dapat diakses langsung melalui laman sustainability Telkom di telkom.co.id — dan komitmen yang tertulis di dalamnya layak untuk terus dipantau realisasinya, bukan hanya dibaca sekali lalu dilupakan.

Frequently Asked Questions
Apa itu Sustainability Report 2025 Telkom Indonesia?
Ini adalah laporan keberlanjutan resmi yang diterbitkan oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yang menguraikan capaian dan komitmen perusahaan dalam tiga pilar ESG: lingkungan, sosial, dan tata kelola. Laporan ini tersedia di situs resmi telkom.co.id.

Apa fokus utama ESG dalam laporan ini?
SR 2025 menekankan integrasi ESG ke dalam inti transformasi bisnis TelkomGroup, mencakup efisiensi energi dan dekarbonisasi infrastruktur digital, program sosial inklusif, serta penguatan tata kelola perusahaan yang transparan.

Apa kaitan laporan ini dengan target Net Zero Indonesia?
Telkom telah memperjelas arah dekarboniasasinya melalui roadmap menuju Net Zero Emissions 2060, selaras dengan komitmen iklim nasional Indonesia dan tuntutan regulasi OJK terhadap keterbukaan informasi keberlanjutan dari emiten publik.

Mengapa laporan ini penting bagi investor?
Investor ESG semakin menjadikan laporan keberlanjutan sebagai tolok ukur keputusan investasi. Laporan yang terstruktur dan terverifikasi seperti SR 2025 memberi sinyal bahwa manajemen risiko jangka panjang Telkom dijalankan secara serius, bukan sekadar pemenuhan kewajiban.


Punya Ide Artikel?

Bantu kami menyoroti isu lingkungan yang penting bagi Anda. Kirimkan riset, berita, atau topik yang ingin Anda lihat di HidupHijau.

Pitch a Story ➔

Apakah artikel ini bermanfaat?

Tinggalkan komentar pertama

Punya Ide Artikel?