Kenalan dengan Tencel: Kain Ramah Lingkungan yang Bikin Lemari Pakaianmu Ikut Bernapas Lega
Pernah nggak sih, kamu lagi lipat baju sambil mikir, “Ini bahannya dari apa, ya?” Kalau jawabannya iya, selamat — kamu sudah selangkah lebih maju dari kebanyakan orang. Dan kalau belakangan kamu mulai melihat kata Tencel nongol di label pakaian, di caption brand lokal, atau di feed Instagram teman yang hobi thrifting, itu bukan kebetulan. Tencel sedang jadi bintang baru di dunia fashion berkelanjutan, dan jujur saja — untuk alasan yang sangat masuk akal.
Tencel sebenarnya adalah nama dagang dari serat Lyocell, kain yang dibuat dari pulp kayu pohon eucalyptus yang dibudidayakan secara berkelanjutan. Yang bikin kain ini istimewa adalah proses produksinya yang menggunakan sistem loop tertutup (closed-loop system) — di mana sekitar 99% pelarut kimia yang digunakan didaur ulang dan dipakai lagi, bukannya dibuang ke sungai atau tanah. Bayangkan pabrik yang nyaris tidak menghasilkan limbah cair berbahaya. Keren, kan?
Kenapa Tencel Layak Dapat Tempat di Lemarimu?
Oke, mari kita bandingkan Tencel dengan bahan yang paling sering kita temui sehari-hari: katun konvensional dan poliester. Tabel di bawah ini bakal bikin kamu lihat bedanya dengan jelas:
| Aspek | Katun Konvensional | Poliester | Tencel™ |
|---|---|---|---|
| Sumber Bahan | Tanaman kapas, butuh lahan luas |
Punya Ide Artikel?Bantu kami menyoroti isu lingkungan yang penting bagi Anda. Kirimkan riset, berita, atau topik yang ingin Anda lihat di HidupHijau. Apakah artikel ini bermanfaat? |
