Empat Kampus Indonesia Pimpin Inisiatif Keberlanjutan — dari Smart Material hingga Keamanan Pangan Berkelanjutan

Ruang kuliah, laboratorium, hingga kebun produktif di kampus-kampus Indonesia kini menjelma menjadi laboratorium hidup untuk masa depan yang lebih hijau. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengintegrasikan smart material ke dalam kurikulum umum, UIN Raden Intan Lampung membangun metrik keberlanjutan berbasis pendidikan Islam, IPB University menggandeng Dharma Wanita Persatuan Kemdiktisaintek untuk gerakan keamanan pangan, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar konferensi internasional dengan 60 peneliti dari lima negara. Empat institusi, empat jalur, satu arah: keberlanjutan yang nyata dan terukur.

Fakta Cepat
  • Empat institusi pendidikan tinggi Indonesia terlibat dalam inisiatif keberlanjutan yang terstruktur pada 2026.
  • Untirta menyelenggarakan Mata Kuliah Umum (MKU) tentang Smart Material untuk Energi Berkelanjutan bersama Society of Renewable Energy (SRE) 2026.
  • UIN Raden Intan Lampung mengembangkan Model Pemeringkatan Keberlanjutan berbasis Sustainability in Islamic Education Metric (SIEMetric).
  • UGM ICERM 2026 mengumpulkan 60 peneliti dari Indonesia, Malaysia, India, Taiwan, dan Jepang.
  • Agrianita IPB University dan DWP Kemdiktisaintek mempromosikan Gerakan Perempuan untuk Keamanan Pangan Berkelanjutan.

UPA Laboratorium Terpadu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) membuka jalan baru dengan menyelenggarakan Mata Kuliah Umum (MKU) bertema Smart Material untuk Energi Berkelanjutan, hasil kolaborasi dengan Society of Renewable Energy (SRE) 2026. Smart material—material yang dapat merespons perubahan lingkungan seperti suhu, tekanan, atau medan magnet—kini menjadi fondasi penting dalam desain sistem energi terbarukan, mulai dari panel surya adaptif hingga baterai cerdas. Keputusan Untirta memasukkan topik ini ke dalam kurikulum umum menunjukkan kesadaran institusional bahwa literasi energi berkelanjutan bukan lagi mata kuliah eksklusif bagi mahasiswa teknik, tetapi kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seluruh lulusan perguruan tinggi di era transisi energi nasional.

Di sisi lain, UIN Raden Intan Lampung memperkenalkan pendekatan unik melalui Sustainability in Islamic Education Metric (SIEMetric), sebuah model pemeringkatan keberlanjutan yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan standar global. Jika UI GreenMetric mengukur keberlanjutan kampus dari aspek fisik seperti luas ruang hijau dan konsumsi energi, SIEMetric menambahkan dimensi etika keislaman—seperti adab dalam konsumsi, pengelolaan sumber daya berbasis prinsip istikhlaf (kepemimpinan moral terhadap bumi), dan tanggung jawab kolektif berbasis maqashid syariah. Model ini menjadi sangat relevan bagi ratusan kampus Islam di Indonesia yang kini mencari kerangka kerja keberlanjutan yang tidak hanya teknis, tetapi juga spiritual dan kultural.

Sementara itu, Agrianita IPB University menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam mempromosikan Gerakan Perempuan untuk Keamanan Pangan Berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya berbentuk ceramah atau seminar, tetapi melibatkan kunjungan langsung ke kebun produktif, pelatihan memasak berbasis bahan lokal, hingga edukasi pengolahan buah dan sayur untuk mengurangi food waste. Perempuan—baik sebagai ibu rumah tangga, penggerak PKK, maupun pegiat komunitas—diposisikan sebagai agen perubahan utama dalam sistem pangan lokal yang lebih adil dan berkelanjutan. Kampus di sini berperan sebagai katalisator, menjembatani pengetahuan akademis dengan gerakan akar rumput yang berdampak langsung pada ketahanan pangan keluarga.

Universitas Gadjah Mada memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat riset keberlanjutan regional melalui The 7th International Conference on Environmental Resources Management in Global Region (ICERM) 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Geografi UGM ini mengumpulkan 60 peneliti dari lima negara—Indonesia, Malaysia, India, Taiwan, dan Jepang—untuk membahas tema “Human Resources Management for Sustainability”. Prof. Dr. S. Suriyanarayanan dari JSS Science and Technology University, India, memperkenalkan konsep Sponge City sebagai solusi berbasis alam untuk mengatasi banjir perkotaan. Prof. Jian Bang Deng dari Tamkang University, Taiwan, memaparkan dampak transformatif migrasi internasional terhadap ekonomi desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara Prof. Dr. Makoto Takahashi dari Nagoya University, Jepang, membagikan pengalaman negaranya dalam membangun memori sosial masyarakat lanjut usia terhadap risiko tsunami. Konferensi ini bukan sekadar pertukaran gagasan, melainkan upaya konkret membangun jejaring riset global yang berpusat di Indonesia, dengan harapan kolaborasi berlanjut dalam bentuk riset bersama, pertukaran pelajar, hingga perumusan kebijakan tata ruang yang inklusif.

Empat inisiatif dari empat kampus ini membuktikan satu hal penting: transformasi hijau di Indonesia tidak hanya terjadi di ruang-ruang rapat korporasi atau kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga tumbuh subur di ruang-ruang akademik yang tersebar dari Banten, Lampung, Bogor, hingga Yogyakarta. Kampus kini menjadi episentrum ekosistem keberlanjutan dari bawah ke atas—menggabungkan riset, kurikulum, kolaborasi lintas negara, dan gerakan komunitas dalam satu narasi besar yang sama. Inilah waktunya untuk memantau dan mendukung inisiatif keberlanjutan di kampus Anda, karena masa depan hijau Indonesia sedang dibentuk hari ini, di ruang kuliah dan laboratorium yang mungkin belum Anda lihat.

Frequently Asked Questions
Apa itu Smart Material dan kenapa penting untuk energi berkelanjutan?
Smart material adalah material yang dapat merespons perubahan lingkungan seperti suhu, tekanan, atau medan magnet. Material ini menjadi fondasi penting dalam desain sistem energi terbarukan, seperti panel surya adaptif dan baterai cerdas, yang mampu meningkatkan efisiensi dan daya tahan infrastruktur hijau.

Apa yang membedakan SIEMetric dari UI GreenMetric?
SIEMetric mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam seperti adab dalam konsumsi, pengelolaan sumber daya berbasis prinsip istikhlaf, dan tanggung jawab kolektif berbasis maqashid syariah ke dalam metrik keberlanjutan kampus. Berbeda dengan UI GreenMetric yang lebih fokus pada aspek fisik dan teknis, SIEMetric menambahkan dimensi etika spiritual dan kultural.

Bagaimana peran perempuan dalam program keamanan pangan berkelanjutan IPB?
Perempuan diposisikan sebagai agen perubahan utama dalam sistem pangan lokal. Melalui kunjungan ke kebun produktif, pelatihan memasak berbasis bahan lokal, dan edukasi pengolahan buah-sayur, program ini memberdayakan perempuan sebagai penggerak ketahanan pangan keluarga dan komunitas.

Apa fokus utama konferensi ICERM 2026 di UGM?
ICERM 2026 mengusung tema “Human Resources Management for Sustainability” dan membahas topik mulai dari konsep Sponge City untuk mitigasi banjir, dampak migrasi internasional terhadap ekonomi desa, hingga memori sosial masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Konferensi ini juga menjadi wadah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data demi keberlanjutan lingkungan.


Punya Ide Artikel?

Bantu kami menyoroti isu lingkungan yang penting bagi Anda. Kirimkan riset, berita, atau topik yang ingin Anda lihat di HidupHijau.

Pitch a Story ➔

Apakah artikel ini bermanfaat?

Tinggalkan komentar pertama

Punya Ide Artikel?